image

Jangan Takut Kotor, Main di Alam Tingkatkan SIstem Tubuh Anak 17

Sebagian ibu mungkin terlalu menjaga kebersihan lingkungan anaknya, bahkan enggan melihat anaknya bermain kotor. Tapi tahukah Anda, membiarkan anak lebih sering bermain tanah di alam terbukti membuat anak lebih sehat? Sebab itu, mulai sekarang cobalah lebih sering mengalihkan tempat bermain anak, dari lantai yang licin dan bersih ke alam bebas yang penuh rumput, batu, tanah, dan tanaman. Melansir IFL Science (16/10/2020), penelitian baru menunjukkan bahwa sistem kekebalan anak-anak yang tinggal di kota bisa meningkat lebih baik hanya dalam waktu sebulan, hanya dengan menghabiskan lebih banyak waktu bermain di alam bebas.

Temuan penelitian ini dikumpulkan dari uji coba yang dilakukan di Finlandia oleh Universitas Helsinki. Seperti yang dilaporkan dalam jurnal Science Advances, para peneliti mempelajari 75 anak berusia antara 3 hingga 5 tahun di 10 pusat penitipan anak di dua kota di Finlandia, yaitu Lahti dan Tampere. Para peneliti melihat bagaimana perubahan dalam lingkungan bermain mereka, mengubah kulit dan mikrobiota usus, yang mana ini sebagai penanda kekebalan dalam darah mereka. Empat dari pusat penitipan anak diberi perombakan yang mengubah taman bermain kerikil mereka menjadi lapangan berlantai tanah dan rumput, bagaikan hutan. Sebagai kontrol, tiga pusat penitipan anak sudah memiliki pengaturan ini dan tiga lainnya mempertahankan taman bermain lama mereka. Satu bulan setelah perubahan, para ilmuwan mengumpulkan sampel kulit, darah, dan kotoran dari semua anak. Meski hanya beberapa minggu berlalu, para peneliti mencatat perbedaan yang dramatis. Mikrobiota anak-anak di pusat penitipan anak yang telah direnovasi dengan cepat berubah menjadi lebih seperti mikrobioma anak-anak yang ada di pusat penitipan anak berorientasi alam.

Perubahan ini juga tercermin dalam sistem kekebalan tubuh mereka. Anak- anak di pusat penitipan anak yang telah direnovasi mengembangkan rasio yang lebih tinggi dari protein anti-inflamasi terhadap protein pro-inflamasi dalam darah mereka, yang menunjukkan bahwa sistem kekebalan mereka dalam kondisi yang sangat baik. "Kami terkejut bahwa temuan itu begitu jelas, meskipun kami tidak mendapatkan peserta sebanyak yang kami harapkan," kata Aki Sinkkonen, penulis studi dan ilmuwan peneliti di Institut Sumber Daya Alam Finlandia di Turku, dalam sebuah pernyataan. Ada banyak hubungan antara triliunan mikroorganisme yang hidup berdampingan dengan tubuh Anda dan kesehatan Anda yang lebih luas. Ini dapat memengaruhi segalanya, mulai dari risiko penyakit tertentu, mengidam makanan hingga kesehatan mental Anda, dan bahkan mungkin bahkan kepribadian Anda.

Para peneliti baru saja mempelajari bagaimana bakteri memegang pengaruh tersebut atas tubuh kita, dengan banyak penelitian terbaru yang ingin memahami antara sel manusia dan mikrobioma. Apa pun mekanisme yang lebih halus, jelas bahwa lingkungan dan gaya hidup kita dapat sangat memengaruhi kekayaan dan keragaman bakteri di mikrobioma kita. Sebelumnya, para ilmuwan telah menemukan bahwa mikrobioma usus para pemburu tradisional di Amazon, lebih kaya daripada mikrobioma orang-orang industri perkotaan di AS. Pada gilirannya, ini bisa menjelaskan mengapa banyak orang di negara industri dilahirkan dengan kelainan autoimun tertentu, seperti asma dan alergi. Namun kabar baiknya, seperti yang ditunjukkan oleh studi taman bermain ini, sedikit perubahan bisa sangat bermanfaat dalam waktu yang sangat singkat.

Penulis Bestari Kumala Dewi | Editor Bestari Kumala Dewi
Kompas.com