image

Tips Agar Anak Gemar Belajar 31

Moms & Dads, pasti ingin punya anak yang gemar belajar ya. Rasanya pasti bangga kalau melihat anak gemar belajar, bahkan bisa menghilangkan lelah setelah bekerja keras demi keluarga.

Nah, simak tips-tips berikut ini ya moms & dads:

  1. Menciptakan hubungan yang aman bagi anak untuk bereksplorasi

    Eksplorasi merupakan bagian yang penting dari pembelajaran. Nah, agar anak bebas bereksplorasi, moms & dads perlu memiliki hubungan yang hangat dan attachment yang secure dengan anak. Jika anak merasa aman di lingkungannya, ia dapat melakukan eksplorasi dan menikmati proses belajarnya.

  2. Belajar lewat bermain dengan keseluruh indera anak

    Pada dasarnya lewat bermainlah, anak belajar memahami dunia di sekitarnya. Ketika anak mencoret-coret, sebenarnya ia sedang melatih kemampuan motorik halusnya agar siap menulis. Kita tidak perlu membedakan antara belajar dan bermain. Maka yang perlu moms & dads pastikan adalah, anak merasa senang dengan kegiatan belajar yang terlihat seperti bermain. Misalnya dengan menggunakan seluruh sistem sensori anak untuk belajar.

    Ketika ingin anak memahami konsep huruf, gunakan berbagai media seperti membentuk huruf di pasir, lewat lagu dan tarian, bermain mencari huruf dari berbagai label dan tulisan di rumah, dan lewat membuat kue atau adonan huruf. Sebaliknya, saat bermain anak dapat belajar lewat misalnya menghitung jumlah donat yang dijual. Belajar tentang huruf dan angka tidak harus menggunakan pensil dan kertas saja. Jika hal ini terus dilakukan, seiring berjalannya waktu akan timbul minat anak terhadap huruf dan angka. Pada dasarnya, yang terpenting adalah anak menyadari sendiri bahwa "mengerti itu menyenangkan".

  3. Berikan pengalaman belajar sesuai minat anak

    Minat dan rasa senang dalam memahami materi membuat anak semakin baik dalam memahami bahkan mengingatnya. Maka sangat penting bagi Moms & Dads untuk melibatkan minat anak dalam pembelajaran. Bila anak senang dengan berbagai jenis hewan, gunakan berbagai hewan sebagai media belajar. Misalnya mempelajari jumlah kaki hewan, mengenali huruf pada nama-nama hewan, dan sebagainya. Jika anak belum menemukan minatnya, berikan berbagai pengalaman baru dengan membaca, mengunjungi museum, kebun binatang, dan lain sebagainya untuk membantu menemukan minatnya. Lewat minat inilah, umumnya rasa ingin tahu anak akan terus berkembang dan membuka peluang untuk pembelajaran lainnya. Jadi, semangat ya Moms & Dads jika anak terus menerus bertanya tentang berbagai hal.

  4. Sesuaikan pembelajaran dengan tahapan perkembangan dan kemampuan anak

    Kadang, karena kita ingin anak menjadi lebih cerdas dibandingkan anak lain, pembelajaran yang diberikan terlalu sulit baginya atau belum waktunya. Anak usia 2 tahun, umumnya belum mempelajari angka dan perhitungan, tapi mulai mempelajari klasifikasi objek berdasarkan satu dimensi seperti memisahkan mainan dinosaurus dari mobil-mobilan. Kemampuan ini berguna untuk pembelajaran matematika ke depan. Di sini peran moms & dads adalah membantu menyediakan materi yang sesuai kemampuan anak. Adanya keberhasilan anak ketika belajar akan memupuk rasa mampu dalam dirinya. Maka bila terlalu sulit baginya, moms & dads bisa menawarkan bantuan atau menyesuaikan tingkat kesulitannya. Berikan bantuan bila ia merasa perlu, tapi jangan terlalu sering menawarkan ya karena anak butuh tantangan yang sepadan untuk berkembang.

  5. Aplikasikan pembelajaran dalam aktivitas sehari-hari dan beritahu manfaat pembelajarannya

    Ketika anak dapat menggunakan hasil belajarnya dalam kehidupan sehari-hari, belajar jadi terasa menyenangkan dan berguna.  Misalnya setelah belajar menghitung, anak diminta untuk membantu berbelanja dan mengambil sejumlah telur yang diinginkan. Sekali lagi, ia mengembangkan rasa mampu dan senang karena pembelajarannya berguna. Hal ini akan semakin memotivasi anak untuk mencintai proses belajar.

  6. Dukung dan hargai proses belajar anak

    Moms & Dads dapat memberikan dukungan lewat tepukan di pundak, pelukan, hadiah kecil seperti snack, atau pujian atas proses belajar anak. Proses belajar seringkali tidaklah mudah dan sangat mungkin anak mengalami kegagalan. Di sini, moms & dads perlu menenangkan anak bahwa kegagalan juga termasuk proses belajar, maka tidak perlu terlalu lama kecewa. Hal yang terpenting adalah menanamkan bahwa ia dapat terus mencoba dan orang tua akan selalu mendukungnya. Untuk menekankan pentingnya proses dalam belajar, moms & dads dapat memberikan pujian atas usaha anak atau sikap pantang menyerahnya.

    Sumber : artikel Shimajiro Club

    Supervised by Nikita Yudharani M.Psi, Psikolog Anak dari Mentari Anakku